EL

EL

SEARCH

ip-location

INFO PENTING

Jumat, 17 Juli 2009

BOM DI PONSEL ANDA

Ledakan baterai gadget kembali jadi gunjingan hangat. Jika tahun lalu baterai laptop yang bikin heboh, sekarang giliran baterai ponsel. Bagaimana sebuah baterai seukuran kotak korek api bisa meledak layaknya sebuah bom?

Sebagian besar gadget modern termasuk ponsel menggunakan baterai lithium ion. Dijuluki baterai lithium ion karena tenaga baterai ini berasal dari aliran ion-ion lithium (Li+) di dalam larutan elektrolit. Sewaktu baterai kita charge, ion lithium mengalir dari katoda (kutub positif) ke anoda (kutub negatif). Sebaliknya, ion lithium mengalir dari anoda ke katoda ketika baterai bekerja.

Elektrolit, anoda, dan katoda dikemas dalam sebuah kontainer bertekanan. Selapis separator memisahkan anoda dan katoda agar keduanya tidak saling bersinggungan. Separator itu terbuat dari plastik super tipis dengan lubang-lubang mikro yang hanya cukup dilewati ion lithium. Nah, masalahnya bermula ketika baterai diproduksi di pabrik. Ada kotoran berupa butir-butir logam yang masuk ke larutan elektrolit. Tidak banyak memang, tetapi bisa menyebabkan malapetaka. Cerita lengkapnya begini.

Pada saat charging, suhu baterai bertambah. Butiran logam akan berlarian kesana kesini, mirip dengan butiran beras dalam air yang diaduk. Jika berada di dekat separator, butir-butir logam itu bisa merobek separator. Alhasil, terjadilah hubungan pendek alias korsleting antara anoda dan katoda. Peristiwa selanjutnya mudah ditebak.

Korsleting membuat arus listrik mengalir sangat cepat. Suhu dan tekanan di dalam baterai akan meningkat drastis. Ledakan pun tak terhindarkan. Korsleting juga sanggup memercikkan bunga api layaknya pemantik. Kontan saja garam lithium yang memang mudah terbakar itu menyala hebat. Bayangkan saja, energi yang bisa membuat ponsel menyala berhari-hari itu lepas dalam sekejap.

Baterai lithium ion sekarang mesti bekerja lebih berat. Kapasitasnya dituntut makin besar, tapi ukurannya tidak boleh menggembung. Mau tak mau, pabrik baterai memakai separator yang lebih tipis dan lebih mudah bocor.
Beberapa pabrik baterai non-standar nekad menghilangkan pemutus arus demi menekan harga. Tanpa alat kecil itu, baterai tetap teraliri arus meski sudah terisi penuh. Terjadilah apa yang disebut overheat atau panas berlebih. Jika sudah begitu, baterai pun berpotensi meledak tiba-tiba. Booom.

Gambar 1. Jeroan baterai lithium ion. Lembaran anoda dan katoda digulung dengan selapis separator di tengah-tengah. Semuanya dimasukkan dalam wadah berisi elektrolit yang dilengkapi ventilasi serta cincin anti bocor.



Gambar 2. Reaksi kimia membuat ion-ion lithium (Li+) berpindah dari anoda ke katoda. Akibatnya elektron mengalir dari anoda dan katoda sebagai arus listrik. Sewaktu di-charge, ion-ion itu dipulangkan ke katoda dengan cara memberi tegangan listrik di katoda.




Gambar 3. Butir-butir logam yang masuk ke elektolit saat baterai diproduksi bisa merobek separator, lalu membuat anoda dan katoda terhubung pendek (korsleting). Korslet juga terjadi jika butiran logam menumpuk di anoda atau katoda.


JAKARTA BOM LAGI



Lagi-lagi Jakarta diguncang bom. Pagi ini (17/7), sekitar pukul 7:30 yang lalu kawasan Mega Kuningan dikejutkan oleh dua kali ledakan bom yang terjadi di tempat berbeda. Ledakan tersebut berlokasi di dua hotel di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, yaitu Hotel JW. Marriott dan Hotel Ritz Carlton. Kedua ledakan tersebut hanya berselang waktu sekitar tiga menit. Beberapa orang yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat dengan berbagai macam transportasi yang ada. Ledakan ini juga memicu kemacetan di seputaran Mega Kuningan yang merupakan salah satu kawasan terpadat Jakarta di awal jam kerja hari ini.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2003 yang lalu, di Hotel JW. Marriot juga pernah terjadi ledakan serupa yang dilakukan oleh teroris. Lokasi ledakan di JW. Marriott sendiri dikabarkan sekitar parkiran pintu masuk, tepatnya arah restaurant.

Sedangkan Hotel Ritz Carlton sendiri sebenarnya menurut rencana akan menjadi tempat menginap Manchester United saat bertandang ke Indonesia pada hari Minggu yang akan datang. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan yang pasti mengenai tentang kepastian perpindahan penginapan dan kedatangan Manchester United pasca ledakan ini terjadi.

Belum diperoleh keterangan pula mengenai penyebab ledakan beruntun ini, apakah kejahatan ini terorganisir oleh teroris seperti halnya bom di JW. Marriott tahun 2003 yang lalu, ataukah murni kecelakaan saja.

Rabu, 15 Juli 2009

FACE BOOK : HATI-HATI



Facebook dianggap tidak cukup penuh memproteksi informasi personal konsumennya, dan malah memberikan informasi yang membingungkan dan tidak lengkap mengenai privacy di Facebook. Hal tersebut disampaikan oleh Privacy Commissioner Canada, Selasa (14/07) lalu. “ Sangat jelas bahwa privacy adalah paling utama di Facebook, dan kami belum menemukan gap privacy yang serius dalam pengoperasian situs jejaring social tersebut.” ungkap Jennifer Stoddart, Privacy Commissioner Canada.

Laporan Stoddart menyatakan bahwa Facebook telah melanggar hukum privacy Kanada, dengan membiarkan informasi personal pengguna Facebook yang telah menonaktifkan account mereka tetap tersimpan dalam database mereka. Hal tersebut kemudian justru menyediakan informasi yang membingungkan mengenai praktek privacy, sebagai contoh untuk menampilkan kepada user mengenai cara deaktivasi account, namun Facebook tidak menghapus account tersebut.

Facebook kemudian berdalih bahwa tidak dihapusnya account yang sudah tidak aktif tersebut untuk menjaga agar data personal tersebut tidak hilang karena stengah pengguna Facebook melakukan re-aktivasi account yang telah mereka non-aktifkan. Facebook juga menjelaskan kepada Privacy Commissioner, bahwa pihaknya akan memberikan pengertian dan memberikan peringatan control privacy untuk user. Walaupun begitu, pihak Facebook juga tidak ingin terlalu banyak memberikan notifikasi yang dapat mengganggu user.