Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar,
sekolh-sekolah internasional bertumbuh bagai cendawan di musim hujan.di kota malang salah satunya IISS ( Indonesia International Standard School )
Tetapi apakah yang anda ketahui tentang sekolah internasional?
Keunggulan sekolah internasional, kalau mau disebut demikian, adalah
soal penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar. Apakah hanya
demikiaan? TulisanSimon Mrcus Gower di The Jakarta Post pada hari Senin,
24 Oktober yang lalu mungkin dapat memberi sedikit pencerahan. Tulisan
yang berjudul Internatioal Schools: More than just a Different Language yang dimuat pada halaman 5 itu saya kutip berikut ini.
Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 50 ayat 3 mengamanatkan:
INTERNASIONAL (RSBI) DAN UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKANNYA
Menurut Simon Marcus
Gower, pentingnya kehadiran sekolah internasional bukan sekedar untuk
memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris dari para siswa lokal yang masuk
ke sekolah-sekolah tersebut, seperti yang diinginkan atau menjadi tujuan dari sebagain siswa dan orang tua yang mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah internasional.
Jiwa dari kurikulum
internasional adalah “pendekatan yang terbuka terhadap pendidikan”.
Kekhasan dari kurikulum internasional terletak pada upayanya untuk
mendorong para siswa untuk menjadi pembelajar yang indepeden. Hal itu dilakukan dengan model pertanyaan yang diajukan ke siswa lebih bersifat open-ended daripada close ended. Siswa juga selalu didorong ntuk melakukan eksplorasi explore)
untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan melakukan riset secara
signifikan. Sederhananya, kurikulum internasional mempunyai sikap yang
sedikit berbeda terhadap pembelajaran dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Dari segi evaluasi
hasil belajar dan asesmen, di sekolah internasional, evaluasinya tidak
melulu dalam bentuk tes tertulis melainkan juga melalui project dan
assignment yang harus dillakukan para siswa sebagai bagian dari asesmen
terhadap hasil belajar mereka. Evaluasi belajarnya juga tidak bersifat
multiple choice, tetapi jawaban singkat atau esay, di mana siswa bisa
memberikan jawaban mereka yang dapat saja sama sekali berbeda.
Secara literal dapat
dikatakan bahwa gagasan dasar dari kurikulum internasional adalah bahwa
ilmu pengetahuan itu ada di luar sana dan para siswa mesti berupaya
untuk menemukannya. Jadi guru tidak menyuap(ilmu) kepada para siswa,
tetapi mereka harus menemukannya sendiri.
Sekolah
internasional yang baik harus menghargai dan mengapresiasi muatan lokal,
namun juga harus mengombinasikan konteks lokal itu dengan konsep atau
pemikiran global agar mampu menyiapkan para siswa mereka dalam
menghadapi tantangan global.
“Pemerintah
Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional dan/atau Pemerintah Daerah
menyelenggarakan satu satuan pendidikan untuk dikembangkan menjadi
satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.
Untuk itu setiap kabupaten dan kotamadya diharapkan sedikitnya memiliki:-
Sebuah SD Negeri atau MIN
-
Sebuah SMP Negeri atau MTsN
-
Sebuah SMA Negeri atau MAN
yang melaksanakan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dalam waktu maksimal 5 tahun diharapkan sekolah-sekolah tersebut sudah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
MAMPUKAH KITA MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI
Jawabnya adalah:
“Insya Allah mampu, Tetapi perlu persiapan yang matang dan terprogram”Soalnya kita memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:
1. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Hal ini terbukti dengan skor Unas dan skor rapor mereka yang tinggi.
2. Calon siswa yang umumnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Hal ini terbukti pada waktu tes tulis dan wawancara dapat dianggap hampir semua siswa mampu memahami dan menjawab semua pertanyaan yang ada dengan baik.
3.Kita memiliki guru yang memiliki dedikasi dan motivasi yang tinggi, serta rela berkorban demi perbaikan mutu pendidikan di republik ini.
4.Kita punya stake holder yang insya Allah dengan “Ikhlas” akan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai keberhasilan program RSBI asalkan sekolah betul-betul dapat memenuhi harapan mereka.
5.Kita memiliki banyak pakar yang siap membantu pelaksanaan program RSBI.
PERLUKAH KIAT-KIAT TERTENTU DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM RSBI?MUTLAK DIPERLUKANApa itu:
1. Perhatian serius dari sekolah dan komite sekolah akan kebutuhan energi ekstra bagi guru-guru pelaksana program RSBI. Untuk itu honorarium harus betul-betul memadahi dan sejak dini diketahui besarnya oleh para pelaksana program SBI.
2.Diberikannya jam pelajaran yang mencukupi untuk setiap mata matematika dan ipa. Hal ini sangat penting karena pada tahun pertama baik siswa maupun guru perlu waktu yang cukup untuk adaptasi. Adalah tidak logis bila jam pelajaran tersebut sama dengan jam pelajaran untuk program reguler. Di samping itu, isi materi mata pelajarannya cenderung lebih luas dan lebih dalam.
3. Perlu supervisi dan dorongan moril dari kepala sekolah, baik kepada siswa maupun pada guru, secara terus-menerus. Untuk itu kepala sekolah atau petinggi RSBI yang ditunjuk harus sering mengunjungi kelas pada saat pembelajaran atau kegiatan pembimbingan guru berlangsung.
4. Perlu suntikan motivasi yang terus-menerus dari kepala sekolah sekolah dan jajarannya kepada guru dan siswa.
5. Perlu strategi evaluasi yang jitu. Dua atau tiga kali ulangan pertama di kelas I SD, VII SMP dan X SMA semester 1 harus menggunakan soal-soal yang tingkat kesukarannya rendah sampai sedang agar semua siswa memperoleh skor yang tinggi. Ini dapat menimbulkan keyakinan pada siswa bahwa dirinya mampu mengikuti program RSBI.
6. Optimalisasi penggunaan bahasa Inggris di luar kelas. Siswa RSBI tidak hanya berinteraksi dengan guru-guru yang mengajarnya semata. Mereka juga berinteraksi dengan guru-guru lainnya, dengan staf pendukung sekolah, juga dengan siswa. Mengingat semua sekolah yang melaksanakan program RSBI nantinya diharapkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional, maka semua guru, staf pendukung sekolah, dan semua siswa disarankan untuk terus-menerus menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain dalam berkomunikasi.
7. Kita harus menghadapi semua kritik dengan seksama dan dengan kepala dingin, serta menggunakannya sebagai pemacu untuk memperbaiki kinerja kita.
8. Komunikasi dengan orang tua siswa tentang perkembangan siswa di sekolah harus dilakukan secara rutin dan terbuka untuk memudahkan dalam mengatasi segala permasalahan yang ada.
9. Kerjasama antar sekolah yang melaksanakan program RSBI mutlak harus terus dilaksanakan karena program ini dapat dianggap merupakan tugas kita semua demi meningkatkan mutu pendidikan di negara kita yang sedang terpuruk ini.
Untuk memahami lebih jauh tentang Sekolah Bertaraf Internasional Silakan Download POWERPOINT berikut yang ditulis oleh Prof.Effendy, Ph,D (Daftar Guru Besar FMIPA Universitas Negeri Malang).












0 komentar:
Poskan Komentar